PRIORITASOINE .COM.JEMBER.
Inilah Upaya Yang Akan Dilakukan Dinsos P3AKB Bondowoso
Dalam rangka pencegahan perkawinan anak dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan kependudukan propinsi Jawa timur (DP3AK) menggelar peningkatan kapasitas mitra dan organisasi kemasyarakatan dalam pengelolaan ketahanan keluarga di hotel grand padis tepatnya di jalan A Yani no 28 Kelurahan Badean Kecamatan Kota Kabupaten Bondowoso pada hari Selasa 30/08/2022.
Hadir dalam kegiatan itu kepala DP3AK Dra Restu Novi Widiani, kepala dinas sosial Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Anisatul Hamidah, Koordinator Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Pegendalian Penduduk (Koord. KBKS Dalduk) Dinsos P3AKB, yakni Dr. Untung Kuzairi, M.Kes, dan wakil ketua Rois PCNU Kabupaten Bondowoso yaitu Habib Muhammad Alhaddat sebagai pemateri.
Dalam sambutannya kepala DP3AK Dra Restu Novi Widiani memaparkan 4 kasus yaitu kematian anak, kematian ibu, stunting dan pernikahan dini Dan Kabupaten Bondowoso dalam 4 kasus itu semuanya masuk di 10 besar tertinggi.
"Dan dalam 4 kasus itu Bondowoso masuk 10 besar tertinggi" kata Restu Novi Widiani.
Menurutnya Dari data yang dia peroleh dari pengadilan tinggi agama Surabaya dalam kasus pernikahan anak Kabupaten Bondowoso tertinggi kelima di Jawa timur mencapai 786 kasus sedangkan angka kematian ibu ada di urutan 10 se Jatim dan dalam kasus stunting ada di urutan ketiga dengan 37 persen.
"Dalam kasus pernikahan dini dari data yang kami peroleh dari pengadilan tinggi agama Surabaya Bondowoso tertinggi kelima dengan capaian 786 kasus sedangkan angka kematian ibu ada di urutan 10 se Jatim dan dalam kasus stunting ada di urutan ketiga dengan 37 persen" jelasnya.
Sedangkan ditempat yang sama kepala dinas sosial Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Anisatul Hamidah mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk mengatasi tingkat pernikahan dini yang tinggi dengan turun langsung ke lapangan untuk mendata masyarakat sekitar yang sudah bertunangan untuk tidak segera menikah sebelum selesai masa pendidikan.
"Kami akan turun langsung ke lapangan untuk mendata masyarakat sekitar yang sudah bertunangan agar tidak menikah dulu sebelum selesai masa pendidikan" katanya.
Sementara itu Koordinator Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Pegendalian Penduduk (Koord. KBKS Dalduk) Dinsos P3AKB, yakni Dr. Untung Kuzairi, M.Kes menambahkan salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membuka lapangan kerja yang seluas luasnya untuk masyarakat.
"Salah satu upaya nya yaitu dengan membuka lapangan kerja yang seluas luasnya untuk kesejahteraan masyarakat" pungkasnya.(Meftah/M holil)
0 Comments