Prioritasonline.My.Id.
Kodim 0824/Jember bekerja sama dengan Federasi Olahraga Domino (Orado) Nasional menggelar lomba domino dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus rangkaian kegiatan Panglima TNI Cup. Lomba domino tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026.
Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perlombaan yang digelar Kodim 0824/Jember bersama sejumlah organisasi olahraga.
“Jadi, hari ini kami menyosialisasikan beberapa kegiatan yang akan kami laksanakan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 di wilayah Jember. Ada beberapa lomba yang diselenggarakan Kodim Jember,” kata Rifqi.
Selain lomba domino, Kodim 0824/Jember juga menggelar lomba catur bekerja sama dengan Percasi Jember yang dijadwalkan pada 11 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan fun bike bersama masyarakat pada 18 Oktober 2026.
“Yang pertama ada kegiatan Domino 101 bersama Orado yang akan dilaksanakan pada 27 September. Kemudian lomba catur bersama Percasi Jember pada 11 Oktober. Terakhir, kami akan menggelar fun bike bersama masyarakat pada 18 Oktober,” ujarnya.
Menurut Rifqi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya TNI untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Sejumlah satuan TNI di wilayah Jember juga akan menggelar kegiatan serupa dalam rangka memperingati HUT TNI.
“Semua kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memeriahkan HUT TNI tahun ini. Temanya adalah TNI kuat bersama rakyat, Indonesia makmur,” katanya.
Rifqi menjelaskan, lomba Domino 101 bukan sekadar permainan domino biasa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari arahan Panglima TNI agar olahraga domino semakin dikenal dan berkembang di tengah masyarakat.
“Untuk kegiatan khususnya Domino 101 ini merupakan arahan dari Bapak Panglima TNI. Hampir di setiap wilayah secara serentak dilaksanakan kegiatan domino. Kami berkolaborasi dengan pembina cabang olahraga tersebut, yaitu Orado,” jelasnya.
Ia berharap kompetisi tersebut dapat memperkenalkan domino sebagai olahraga yang memiliki unsur strategi, konsentrasi, perhitungan, dan kompetisi.
“Harapannya kita semakin memopulerkan olahraga tersebut. Mungkin selama ini domino dikenal sebagai permainan rakyat, tetapi ternyata ada organisasinya dan ada sistem kompetisinya,” ujar Rifqi.
Ia menambahkan, Kodim 0824/Jember terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami ingin bersama-sama dengan masyarakat. Kami juga berkompetisi untuk menunjukkan bahwa Kodim Jember ini milik semua. Kami tidak memberikan batasan, semua orang bisa hadir,” katanya.
Menurut dia, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar rangkaian kegiatan tersebut berjalan meriah sekaligus memberikan dampak positif bagi Jember.
“Kami berharap partisipasi warga masyarakat Jember agar ikut memeriahkan event ini sehingga dapat meningkatkan nama baik Jember,” ujarnya.
Sementara itu, untuk lomba catur, Kodim 0824/Jember bersama Percasi Jember menargetkan lebih dari 400 peserta. Peserta akan dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga umum.
“Khusus catur, targetnya lebih dari 400 peserta. Memang kami batasi karena pelaksanaannya hanya satu hari. Kelasnya ada SD, SMP, SMA, dan umum,” jelas Rifqi.
Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi dari Jember.
“Khususnya generasi muda. Kita tahu salah satu penerima penghargaan kemarin di alun-alun adalah atlet catur dari Jember. Artinya, kita memiliki potensi untuk menambah atlet catur dari Jember. Ini terus kita tingkatkan,” katanya.
Ketua Orado Jember, Mohamad Rofiq, menjelaskan perbedaan permainan domino yang biasa dimainkan masyarakat dengan domino yang dipertandingkan dalam kompetisi.
“Kalau yang biasa dimainkan di kampung-kampung itu menggunakan kartu, sedangkan dalam kompetisi kami menggunakan batu domino dan ada mejanya. Sistemnya menggunakan poin 101,” kata Rofiq.
Dalam sistem Domino 101, pemain atau pasangan yang terlebih dahulu mencapai 101 poin dinyatakan sebagai pemenang. Sistem tersebut berbeda dengan permainan domino biasa yang umumnya menggunakan sistem gugur.
Menurut Rofiq, olahraga domino kini mulai berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki kompetisi dan organisasi resmi.
“Alhamdulillah, kami sudah mengadakan kejuaraan tingkat kecamatan dan antusiasmenya luar biasa. Karena di sini awalnya domino hanya dianggap sebagai permainan biasa, sekarang sudah naik kelas,” ujarnya.
Ia mengatakan, permainan domino kompetitif tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga membutuhkan strategi, kekompakan, kemampuan berhitung, dan konsentrasi.
“Di dalamnya ada strategi, kekompakan, bermain, dan berhitung. Jadi ini berbeda. Orado ingin ikut mencerdaskan masyarakat melalui olahraga domino,” katanya.
Dari sisi prestasi, Rofiq menyebut atlet domino Jember juga telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Jember sebelumnya berhasil meraih peringkat ketiga dalam kompetisi yang diikuti perwakilan dari 38 kabupaten/kota.
“Alhamdulillah, Jember kemarin juara tiga mewakili 38 kabupaten/kota. Jember diwakili atlet dari SMA Negeri 1 Tanggul,” katanya.
Selain itu, tim Jember juga berhasil menembus empat besar dalam kejuaraan nasional dan menjadi wakil Jawa Timur pada kompetisi tingkat nasional yang digelar di Bogor.
“Jember sudah mewakili Jawa Timur dan ikut kejuaraan nasional di Bogor sekitar dua bulan lalu,” ujar Rofiq. pungkasnya. ( M Holil)
0 Comments