PRIORITASONLINE. COM.JEMBER.
Dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bondowoso Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso melakukan Audit Kasus Stunting di Aula Sabha Bina Pemkab Bondowoso, Kamis (24/08/2022) Dalam kegiatan itu disimpulkan bahwa penyebab stunting adalah adanya pernikahan anak yang masih tinggi di Bondowoso.
Dikonfirmasi dari Anisatul Hamidah sebagai Kepala Dinas sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso bahwa untuk mencegah stunting salah satu caranya adalah dengan mencegah adanya pernikahan dini.
“Oleh sebab itu kunci stop stunting adalah perubahan pola pikir. Dan stop anak melahirkan anak, stop kebodohan melahirkan kebodohan dan stop kemiskinan melahirkan kemiskinan, “kata Anisatul Hamidah Kadinsos P3AKB.
Menurutnya audit stunting merupakan salah satu upaya untuk melihat maupun mendata sasaran stunting diantaranya pengantin, ibu hamil, pasangan usia subur dan balita.
" Jadi audit pada kali ini adalah untuk melihat dan mendata sasaran stunting diantaranya pengantin, ibu hamil, pasangan usia subur dan balita" sambungnya.
Anisatul Hamidah menambahkan dalam pendampingan stunting pihaknya sudah berupaya memberikan sekolah siaga kependudukan di kantor dinas sosial.
"Di dinsos p3akb itu kita kan punya yang namanya sekolah kependudukan disanalah juga adanya bimbingan tentang stunting" tambahnya.
Sedangkan ditempat yang sama Koordinator Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Pegendalian Penduduk (Koord. KBKS Dalduk) Dinsos P3AKB, yakni Dr. Untung Kuzairi, M.Kes. mengatakan bahwa dalam pendampingan stunting dinsos P3AKB memiliki aplikasi khusus yang bernama Elsimil (Elektronik Siap Hamil) yang berfungsi untuk mengontrol pasangan yang sudah menikah agar tidak melahirkan bayi yang stunting.
"Kami ada aplikasi yang namanya Elsimil untuk pasangan yang siap menikah dan siap hamil"
Sekedar informasi bahwa di kabupaten Bondowoso angka stunting masih tetap 37 persen dan target tahun 2024 sudah tinggal 21 persen.(Meftah /Lil)
0 Comments